Apakah mencintai harus memiliki?

Pada mei 2019, awal ku bertemu seorang perempuan spesial dalam dunia ini, hidup tiada artinya bila tak bersama dia. Akan tetapi, sekarang semua itu hanya menjadi cerita yang menimbulkan penyakit bagiku yaitu penyakit Rindu. karena saat ini aku harus sendiri untuk memikirkan bagaimana hidup ku kembali berarti tanpa dia si perempuan spesial yang telah memilih pergi dari kehidupan dunia ini.

Perempuan itu telah menjadi seorang yang mengubah banyak hidupku mulai dari seorang perokok aktif menjadi perokok pasif, dari malas kuliah menjadi rajin kuliah dan masih banyak lagi, tapi dua hal itu yang menjadi alasan konkret hidup ku berubah karena dia.

bagaimana mungkin bila tidak ku anggap dia perempuan spesial jika banyak dari kehidupan ku kembali diwarnai oleh nya, bagaimana mungkin jika aku hidup tanpa dia, seorang perempuan spesial yang paling berarti dalam dunia ini.

Namun, saat ini september 2019 aku harus rela mencintai tanpa memilikinya, merelakan dia pergi untuk mengejar kebahagiaan semata-mata atas nama cinta. Bahkan aku akan selalu berdoa untuk dia mencapai kebahagiaan yang dia pilih sambil menanti ajal menjemput ku.

Sebelum kau pergi dari dunia ini, atau pergi mengejar kebahagiaan mu, dengarkan lah pesan yang ku tulis dengan tinta merah air mata 2 bulan ini. Pesan yang ku pendam saat kau tak lagi mengabari.

Bahwa sudah menjadi takdir ilahi semata, malahan sudah menjadi naluri alam. Akan mengobati setiap duka lara. Rahasia batin bagi bani adam adalah cinta yang mesra. Justru itu, Ingin ku persembahkan bingkisan kalbuku ini keatas keribaanku, apakah kamu sudih menerima cintaku bersemi dilubuk hatimu? Kalau sudih kiranya dapatlah aku membuat suatu mahligai kasih atas peruntukan benih cinta. Kalau tidak, biarkan aku berlalu bagaikan nahkoda yang menuju pantai idaman. Ku mohon maaf atas segala kesalahanku Bila hal ini menyinggung perasaan kewanitaanmu. Sekian, “petani menanti hujan, nelayan menanti angin begitu pula aku yang menanti balasan yang pasti darimu”.

Mencintai tidak harus memiliki, tapi melepasnya juga sulit untuk menerima sepenuh hati. konsekuensi dari pertemuan adalah perpisahan untuk berjumpa kembali dan disetiap perpisahan akan menyimpan bekas yang nantinya membuat kerinduan itu ada. Jika kau memilih untuk tidak ku miliki, maka aku akan menjamin bahwa pasti rindu akan menjadi penyakit bagi dirimu dan diriku atau bahkan jasad kita tidak bakal diterima tana karena belum terbayar besarnya kerinduan itu.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai